Jawaban singkatnya: tidak ada metode yang lebih baik untuk semua orang; pilihan ditentukan oleh ukuran yang Anda inginkan, jumlah lemak di tubuh Anda, dan kondisi jaringan payudara. Implan dan transfer lemak bekerja dengan cara yang berbeda, sehingga masing-masing punya kelebihan dan batasannya sendiri.
Selamat datang di SM Plastic Surgery (SM Plastic Surgery), Gangnam, Seoul. Jika Anda sedang menimbang operasi payudara, mungkin pertanyaan ini sudah terlintas: "Lebih baik pakai implan atau lemak sendiri?" Di tulisan ini kami mencoba menjawab dengan cara yang lebih berguna daripada sekadar menyebut satu metode lebih unggul.
Jawaban singkatnya: tidak ada metode yang lebih baik untuk semua orang; pilihan ditentukan oleh ukuran yang Anda inginkan, jumlah lemak di tubuh Anda, dan kondisi jaringan payudara. Implan dan transfer lemak bekerja dengan cara yang berbeda, sehingga masing-masing punya kelebihan dan batasannya sendiri.
Apa perbedaan dasar kedua metode?
Pada pembesaran dengan implan, sebuah implan berbahan silikon dimasukkan untuk menambah volume. Saat ini implan yang kami gunakan untuk operasi baru adalah dua merek, yaitu Motiva dan Mentor. Untuk Motiva, yang masuk ke Korea hanya generasi pertama, sedangkan untuk Mentor kami menggunakan lini Classic dan Xtra.
Pada transfer lemak, lemak diambil dari bagian tubuh Anda sendiri, diolah, lalu disuntikkan ke payudara. Karena bahannya berasal dari tubuh sendiri, tidak ada benda asing yang dimasukkan. Namun, sebagian lemak yang dipindahkan akan diserap kembali oleh tubuh, dan seberapa banyak yang bertahan sangat berbeda pada setiap orang.
| Aspek | Implan | Transfer lemak |
|---|---|---|
| Sumber volume | Implan berbahan silikon | Lemak dari tubuh sendiri |
| Volume yang bisa ditambah | Ditentukan oleh ukuran implan yang dipilih | Terbatas oleh jumlah lemak yang bisa diambil dan yang bertahan |
| Area tubuh yang ikut dioperasi | Payudara | Payudara dan area pengambilan lemak |
| Hal yang perlu dipantau | Kapsul di sekitar implan, kondisi implan | Lemak yang diserap, benjolan atau perubahan pada gambar pemeriksaan payudara |
Mengapa transfer lemak tidak selalu cukup?
Batas pertama ada pada jumlah lemak. Lemak yang bisa dipindahkan harus diambil dulu dari bagian lain tubuh Anda. Jika tubuh Anda ramping dan lemaknya sedikit, jumlah yang bisa diambil juga terbatas. Hal ini dinilai saat konsultasi, bukan dari foto.
Batas kedua ada pada lemak yang bertahan. Tidak semua lemak yang disuntikkan akan tetap di payudara; sebagian diserap kembali, dan besarnya berbeda pada setiap orang. Karena itu, untuk mencapai ukuran yang diinginkan kadang diperlukan tindakan tambahan.
Jika yang Anda harapkan adalah perubahan ukuran yang cukup jelas, dokter dapat menjelaskan mengapa implan lebih banyak dibicarakan dalam kasus Anda. Sebaliknya, jika yang Anda inginkan adalah tambahan volume yang lebih halus dan tubuh Anda punya cukup lemak, transfer lemak bisa menjadi pilihan yang dibicarakan.
Apa yang dinilai dokter saat konsultasi?
- Ukuran dan bentuk yang Anda harapkan, dijelaskan dengan kata-kata Anda sendiri
- Jumlah lemak yang bisa diambil dari tubuh Anda
- Ketebalan jaringan payudara dan kulit
- Riwayat operasi payudara sebelumnya, bila ada
- Rencana tinggal di Seoul dan jadwal pulang ke Indonesia
Konsultasi hingga operasi ditangani langsung oleh direktur klinik, dr. Lee Moo-young (Lee Muyoung). Pemeriksaan payudara sebelum dan sesudah operasi dilakukan melalui rujukan ke klinik radiologi yang bekerja sama dengan kami, bukan di dalam klinik kami sendiri.
Bagaimana dengan pemeriksaan payudara di kemudian hari?
Ini sering terlupakan saat membandingkan dua metode. Setelah transfer lemak, dapat muncul benjolan, kista minyak, atau pengapuran, dan temuan seperti ini bisa memerlukan pemeriksaan tambahan pada gambar pemeriksaan payudara berikutnya. Setelah pemasangan implan, yang perlu dipantau adalah kapsul di sekitar implan dan kondisi implan itu sendiri.
Artinya, apa pun pilihan Anda, pemeriksaan payudara tetap perlu dilanjutkan setelah pulang ke Indonesia. Sampaikan kepada dokter di Indonesia metode apa yang pernah Anda jalani.
Risiko apa yang perlu diketahui?
Pada pembesaran dengan implan dapat terjadi bengkak, memar, nyeri, perdarahan, infeksi, penumpukan darah atau cairan, dan bekas luka. Kapsul di sekitar implan dapat mengeras (kontraktur kapsul), implan dapat pecah atau bergeser, dan dapat terjadi ketidaksimetrisan, kerutan (rippling), atau perubahan sensasi. Implan tidak bertahan seumur hidup, sehingga penggantian atau operasi ulang mungkin diperlukan.
Pada transfer lemak dapat terjadi memar, bengkak, nyeri, permukaan tidak rata, atau berkurangnya sensasi di area pengambilan lemak. Sebagian lemak dapat diserap sehingga volume berkurang, dan dapat muncul benjolan, kista minyak, pengapuran, kematian jaringan lemak, atau ketidaksimetrisan. Hasil pada kedua metode berbeda pada setiap orang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q1) Mana yang lebih alami, implan atau lemak?
A1) Tergantung kondisi Anda. Hasil yang terlihat alami bergantung pada ukuran yang dipilih, jaringan payudara, dan metode yang sesuai, bukan pada nama metodenya saja.
Q2) Tubuh saya kurus. Apakah transfer lemak masih bisa?
A2) Jumlah lemak yang bisa diambil mungkin terbatas. Dokter menilai hal ini secara langsung saat konsultasi.
Q3) Implan merek apa yang digunakan?
A3) Untuk operasi baru, kami menggunakan Motiva (generasi pertama, satu-satunya yang masuk ke Korea) dan Mentor (Classic dan Xtra).
Q4) Apakah lemak yang disuntikkan bertahan semuanya?
A4) Tidak. Sebagian lemak diserap kembali oleh tubuh, dan jumlahnya berbeda pada setiap orang. Karena itu tindakan tambahan kadang diperlukan.
Q5) Apakah pemeriksaan payudara masih perlu setelah operasi?
A5) Ya, untuk kedua metode. Di klinik kami, pemeriksaan sebelum dan sesudah operasi dilakukan melalui rujukan ke klinik radiologi mitra.
Hasil dan masa pemulihan berbeda pada setiap orang. Mohon ambil keputusan setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis secara menyeluruh.
Operasi implan payudara dapat menimbulkan bengkak, memar, nyeri, perdarahan, infeksi, hematoma, seroma, dan bekas luka sayatan, serta dapat terjadi kontraktur kapsul, yaitu terbentuknya kapsul keras di sekitar implan yang membuat payudara mengeras atau berubah bentuk. Implan dapat pecah, bocor, atau bergeser, dapat terjadi ketidaksimetrisan atau riak (rippling), dan sensasi pada puting atau payudara dapat berubah. Implan tidak bertahan seumur hidup sehingga mungkin perlu diganti atau dioperasi ulang, dan pemeriksaan rutin diperlukan setelah operasi. Hasil berbeda pada setiap orang.
Transfer lemak ke payudara dapat menimbulkan memar, bengkak, nyeri, permukaan tidak rata, berkurangnya sensasi, dan infeksi di area pengambilan lemak, dan sebagian lemak yang dipindahkan dapat terserap sehingga volume berkurang. Tingkat bertahannya lemak sangat berbeda pada setiap orang. Dapat terjadi benjolan, kista minyak, kalsifikasi, nekrosis lemak, dan ketidaksimetrisan, dan temuan ini mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan pada gambar skrining payudara di kemudian hari. Mungkin diperlukan tindakan tambahan untuk mencapai ukuran yang diinginkan.