Implan payudara terasa keras setelah bertahun-tahun: apa yang perlu dilakukan?

Ditulis oleh: SM Plastic Surgery | Tanggal Penerbitan: 24/10/2026

Jawaban singkatnya: payudara yang terasa keras perlu diperiksa lebih dulu sebelum membicarakan operasi ulang. Salah satu penyebab yang mungkin adalah kontraktur kapsul, yaitu lapisan jaringan di sekitar implan yang menebal dan mengeras. Apakah perlu dioperasi, dan dengan cara apa, ditentukan setelah kondisi kapsul, jaringan, dan implan Anda dinilai.

Halo dari SM Plastic Surgery, Gangnam, Seoul. Tulisan ini untuk Anda yang sudah memakai implan dan mulai merasa ada yang berubah: payudara terasa mengeras, bentuknya bergeser, atau Anda sekadar ingin tahu apa yang berbeda pada operasi ulang.

Jawaban singkatnya: payudara yang terasa keras perlu diperiksa lebih dulu sebelum membicarakan operasi ulang. Salah satu penyebab yang mungkin adalah kontraktur kapsul, yaitu lapisan jaringan di sekitar implan yang menebal dan mengeras. Apakah perlu dioperasi, dan dengan cara apa, ditentukan setelah kondisi kapsul, jaringan, dan implan Anda dinilai.

Mengapa implan bisa terasa keras?

Setelah implan dimasukkan, tubuh membentuk lapisan jaringan tipis di sekelilingnya. Lapisan ini disebut kapsul dan merupakan reaksi normal. Pada sebagian orang, kapsul ini menebal dan mengencang sehingga payudara terasa keras, bentuknya berubah, atau terasa tidak nyaman. Kondisi inilah yang disebut kontraktur kapsul.

Namun, tidak semua rasa keras berasal dari kapsul. Posisi implan, kondisi implan, atau perubahan jaringan juga bisa memengaruhi rasa dan bentuk payudara. Karena itu, penilaian dimulai dari pemeriksaan, bukan dari dugaan.

Apa bedanya operasi ulang dengan operasi pertama?

Pada operasi pertama, dokter bekerja di jaringan yang belum pernah dioperasi. Pada operasi ulang, ada kapsul lama, jaringan parut, dan implan yang sudah terpasang. Luas tindakan bergantung pada kondisi kapsul dan jaringan tersebut, sehingga lama operasi juga cenderung lebih panjang dibandingkan pemasangan implan sederhana.

AspekOperasi pertamaOperasi ulang
Kondisi jaringanBelum pernah dioperasiAda kapsul lama dan jaringan parut
Luas tindakanRelatif dapat diperkirakanBergantung pada kondisi kapsul dan jaringan
Lama operasiSekitar 1–1,5 jam untuk pemasangan sederhanaCenderung lebih lama
Hal yang dibicarakanBentuk dan ukuran implanPenanganan kapsul, penggantian implan, posisi baru

SM Plastic Surgery menangani operasi ulang payudara, penggantian implan, dan koreksi kontraktur kapsul. Konsultasi hingga operasi ditangani langsung oleh direktur klinik, dr. Lee Moo-young.

Dokumen apa yang sebaiknya dibawa dari Indonesia?

Jika operasi sebelumnya dilakukan di tempat lain, informasi tentang operasi itu sangat membantu. Siapkan sebisa mungkin:

  • Waktu operasi sebelumnya dan nama fasilitasnya
  • Merek dan ukuran implan, bila tercatat
  • Letak sayatan yang dipakai
  • Hasil pemeriksaan payudara terakhir, bila ada
  • Kapan Anda mulai merasakan perubahan, dan perubahan seperti apa

Tidak memiliki semua dokumen bukan alasan untuk menunda konsultasi. Pemeriksaan dimulai dari apa yang diketahui, lalu dilengkapi saat Anda datang.

Bagaimana jika implan saya bermerek Sebbin?

Produksi dan pengiriman implan Sebbin dihentikan setelah perusahaan induknya di Prancis menerima putusan likuidasi dari pengadilan pada Maret 2025, dan jaminan dari produsen saat ini tidak berlaku. Bagi pemakai Sebbin, cukup memeriksakan kondisinya melalui kontrol rutin. Jika Anda mempertimbangkan penggantian, hal itu dapat dibicarakan saat konsultasi. Untuk operasi baru, kami menggunakan implan Motiva dan Mentor.

Bagaimana perawatan setelah operasi ulang?

Untuk penutupan luka pada operasi payudara, kami terutama menggunakan benang STRATAFIX. Benang ini dipasang di lapisan bawah kulit tanpa simpul sehingga tegangan tersebar merata, dan dapat membantu mengurangi risiko luka melebar. Setelah operasi, kami juga dapat menggunakan CAPS, alat berbasis ultrasonik khusus perawatan payudara pasca operasi, untuk perawatan dini kapsul. Kontrol rutin dilakukan pada bulan ke-3, ke-6 dan ke-12, sedangkan pemeriksaan payudara sebelum dan sesudah operasi dilakukan melalui rujukan ke klinik radiologi mitra.

Risiko apa yang perlu diketahui?

Pada operasi ulang, luas tindakan berubah sesuai kondisi kapsul dan jaringan lama, dan perdarahan, penumpukan darah atau cairan, infeksi, bengkak, serta memar dapat lebih banyak daripada operasi pertama. Kontraktur kapsul dapat muncul kembali, dan dapat terjadi pergeseran implan, ketidaksimetrisan, jaringan yang menipis, perubahan sensasi, serta bekas luka. Operasi tambahan mungkin diperlukan, dan hasilnya tidak dapat dijamin karena bergantung pada kondisi sebelumnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Q1) Payudara saya keras. Apakah pasti harus operasi ulang?

A1) Belum tentu. Penyebab dan tingkat kekerasannya perlu diperiksa lebih dulu, lalu dokter menjelaskan pilihan yang sesuai.

Q2) Apakah operasi ulang lebih lama dari operasi pertama?

A2) Umumnya ya. Pemasangan sederhana memakan waktu sekitar 1–1,5 jam, sedangkan operasi ulang cenderung lebih lama karena ada kapsul dan jaringan lama yang perlu ditangani.

Q3) Saya tidak ingat merek implan saya. Apakah tetap bisa konsultasi?

A3) Bisa. Bawalah informasi yang Anda miliki; pemeriksaan dimulai dari situ.

Q4) Implan Sebbin saya baik-baik saja. Apa yang harus saya lakukan?

A4) Cukup periksakan kondisinya melalui kontrol rutin. Penggantian dapat dibicarakan saat konsultasi bila Anda mempertimbangkannya.

Q5) Apakah kontraktur kapsul bisa muncul lagi setelah dikoreksi?

A5) Bisa. Karena itu kontrol rutin setelah operasi tetap penting.

Hasil dan masa pemulihan berbeda pada setiap orang. Mohon ambil keputusan setelah berkonsultasi dengan dokter secara menyeluruh.

Tentang penulis

dr. Lee Moo-young — Direktur SM Plastic Surgery, Seoul

  • Dokter bedah plastik di Korea (sejak 2010); 24 tahun pengalaman klinis (dihitung sejak memperoleh izin praktik dokter pada 2002)
  • Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Seoul; magister dari Universitas Ulsan
  • Mantan dokter bedah plastik di Asan Medical Center (Seoul); mantan kepala bagian bedah plastik, Ulsan University Hospital
  • Anggota tetap: Perhimpunan Bedah Plastik dan Rekonstruksi Korea, Korean Society of Breast Plastic Surgery, Korean Society of Liposuction Surgery, Korean Society of Oculoplastic Surgery
  • Fasilitas kesehatan terdaftar untuk menerima pasien internasional di Korea (No. M-2021-01-08-6303)

Pada operasi ulang payudara, penggantian implan, atau koreksi kontraktur kapsul, luas operasi bergantung pada kondisi kapsul dan jaringan yang ada, dan perdarahan, hematoma, seroma, infeksi, bengkak, serta memar dapat lebih banyak dibanding operasi pertama. Kontraktur kapsul dapat kambuh, dan dapat terjadi pergeseran implan, ketidaksimetrisan, penipisan jaringan, perubahan sensasi, dan bekas luka. Mungkin diperlukan operasi tambahan, dan hasil bergantung pada kondisi yang ada serta tidak dijamin.