Bius sedasi atau bius total: apa bedanya, dan siapa yang menanganinya?

Ditulis oleh: SM Plastic Surgery | Tanggal Penerbitan: 27/10/2026

Jawaban singkatnya: di SM Plastic Surgery, bius sedasi ditangani langsung oleh direktur klinik, sedangkan bius total dilakukan oleh dokter anestesi yang diundang khusus bila diperlukan. Dokter anestesi tidak bertugas tetap di klinik kami; kehadirannya diatur untuk operasi yang memerlukan bius total.

Halo dari SM Plastic Surgery, Gangnam, Seoul. Saat menimbang operasi, rasa cemas bisa jadi bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang bius: "Apakah saya akan tertidur? Siapa yang menjaga saya selama operasi?" Tulisan ini menjawab pertanyaan itu dengan apa adanya, termasuk apa yang tidak kami sediakan.

Jawaban singkatnya: di SM Plastic Surgery, bius sedasi ditangani langsung oleh direktur klinik, sedangkan bius total dilakukan oleh dokter anestesi yang diundang khusus bila diperlukan. Dokter anestesi tidak bertugas tetap di klinik kami; kehadirannya diatur untuk operasi yang memerlukan bius total.

Apa perbedaan bius sedasi dan bius total?

Secara umum, bius sedasi membuat Anda rileks dan mengantuk dengan obat penenang. Bius total membuat Anda tidak sadar sepenuhnya selama operasi, sehingga pernapasan dan kondisi tubuh perlu dipantau secara khusus.

Jenis bius yang dipakai tidak dipilih berdasarkan mana yang terasa lebih nyaman. Pilihan ditentukan oleh jenis operasi, luasnya tindakan, dan kondisi kesehatan Anda, lalu dijelaskan saat konsultasi.

Siapa yang menangani bius di SM Plastic Surgery?

Jenis biusYang menangani
Bius sedasiDirektur klinik, dr. Lee Moo-young, secara langsung
Bius total (bila diperlukan)Dokter anestesi lepas (freelance) yang diundang untuk operasi tersebut

Kami menyampaikan hal ini dengan jelas karena penting bagi Anda: tidak ada dokter anestesi yang bertugas tetap setiap hari di klinik kami. Saat operasi memerlukan bius total, dokter anestesi diundang untuk menanganinya. Konsultasi hingga operasi sendiri ditangani langsung oleh dr. Lee.

Seperti apa gambaran hari operasi?

Sebagai contoh, pada operasi pembesaran payudara dengan pemasangan implan sederhana, operasi memakan waktu sekitar 1–1,5 jam, dan lebih lama pada operasi ulang atau bila digabung dengan tindakan lain. Prinsipnya pasien pulang di hari yang sama setelah observasi, dan menginap satu malam bila diperlukan. Kembali ke aktivitas sehari-hari umumnya membutuhkan sekitar 3 hari, meskipun berbeda pada setiap orang.

Apa yang perlu Anda sampaikan sebelum operasi?

  • Riwayat penyakit, alergi, dan obat yang sedang diminum
  • Pengalaman bius sebelumnya, termasuk jika pernah merasa tidak nyaman
  • Jadwal tiba dan pulang ke Indonesia
  • Jika ada pertimbangan agama terkait obat atau bahan tertentu, sampaikan agar dokter dapat menjelaskan apa yang digunakan

Petunjuk sebelum operasi, misalnya kapan harus berhenti makan dan minum, diberikan oleh klinik sesuai jadwal operasi Anda. Ikuti petunjuk itu, bukan informasi umum dari internet.

Bagaimana jika jadwal operasi berdekatan dengan bulan Ramadan?

Puasa, waktu makan sahur dan berbuka, serta jadwal minum obat setelah operasi dapat saling berkaitan. Jika rencana operasi Anda berdekatan atau bertepatan dengan Ramadan, beri tahu kami sejak konsultasi pertama. Dengan begitu, jadwal operasi dan petunjuk sebelum serta sesudahnya dapat dibicarakan bersama dokter sebelum Anda membeli tiket.

Risiko apa yang perlu diketahui?

Hasil operasi dan kecepatan pemulihan berbeda pada setiap orang dan tidak dapat dijamin. Tergantung tindakannya, dapat terjadi perdarahan, infeksi, bengkak dan memar, bekas luka, ketidaksimetrisan, atau perubahan sensasi. Risiko yang terkait dengan bius dan dengan setiap jenis operasi dijelaskan secara spesifik saat konsultasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Q1) Siapa yang menangani bius sedasi?

A1) Direktur klinik, dr. Lee Moo-young, menanganinya secara langsung.

Q2) Apakah ada dokter anestesi di klinik?

A2) Tidak ada dokter anestesi yang bertugas tetap. Untuk operasi yang memerlukan bius total, dokter anestesi lepas diundang untuk menanganinya.

Q3) Apakah saya bisa memilih bius total agar tidak merasakan apa-apa?

A3) Jenis bius ditentukan oleh jenis operasi, luas tindakan, dan kondisi kesehatan Anda, lalu dijelaskan saat konsultasi.

Q4) Apakah saya harus menginap setelah operasi payudara?

A4) Prinsipnya pulang di hari yang sama setelah observasi. Bila diperlukan, menginap satu malam.

Q5) Saya berpuasa Ramadan. Apakah bisa dioperasi pada bulan itu?

A5) Beri tahu kami sejak konsultasi, agar jadwal operasi dan petunjuk makan, minum, serta obat dapat dibicarakan bersama dokter.

Hasil dan masa pemulihan berbeda pada setiap orang. Mohon ambil keputusan setelah berkonsultasi dengan dokter secara menyeluruh.

Tentang penulis

dr. Lee Moo-young — Direktur SM Plastic Surgery, Seoul

  • Dokter bedah plastik di Korea (sejak 2010); 24 tahun pengalaman klinis (dihitung sejak memperoleh izin praktik dokter pada 2002)
  • Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Seoul; magister dari Universitas Ulsan
  • Mantan dokter bedah plastik di Asan Medical Center (Seoul); mantan kepala bagian bedah plastik, Ulsan University Hospital
  • Anggota tetap: Perhimpunan Bedah Plastik dan Rekonstruksi Korea, Korean Society of Breast Plastic Surgery, Korean Society of Liposuction Surgery, Korean Society of Oculoplastic Surgery
  • Fasilitas kesehatan terdaftar untuk menerima pasien internasional di Korea (No. M-2021-01-08-6303)

Operasi implan payudara dapat menimbulkan bengkak, memar, nyeri, perdarahan, infeksi, hematoma, seroma, dan bekas luka sayatan, serta dapat terjadi kontraktur kapsul, yaitu terbentuknya kapsul keras di sekitar implan yang membuat payudara mengeras atau berubah bentuk. Implan dapat pecah, bocor, atau bergeser, dapat terjadi ketidaksimetrisan atau riak (rippling), dan sensasi pada puting atau payudara dapat berubah. Implan tidak bertahan seumur hidup sehingga mungkin perlu diganti atau dioperasi ulang, dan pemeriksaan rutin diperlukan setelah operasi. Hasil berbeda pada setiap orang.

Hasil operasi dan kecepatan pemulihan berbeda pada setiap orang dan tidak dijamin. Tergantung tindakannya, dapat terjadi perdarahan, infeksi, bengkak, memar, bekas luka, ketidaksimetrisan, atau perubahan sensasi, dan risiko spesifik setiap tindakan akan dijelaskan saat konsultasi.